Ikatan Pialang Efek Indonesia
DEEP TUNNEL: Lebih murah, gunakan teknologi Singapura Print
Monday, 04 March 2013 22:52
Compact_deep_tunnel
JAKARTA: Pemerintah kemungkinan akan menggunakan teknologi Singapura untuk membangun Mutipurpose Deep Tunnel karena lebih murah.   Dirjen Sumber Daya Air Kementeria Pekerjaan Umum Mohammad Hassan mengatakan pembangunan terowongan bawah tanah tersebut akan menggunakan teknologi Tunnel Bor Machine.   Dia menjelaskan teknologi tersebut sangat berkembang. Saat ini, lajutnya, jika pembangunan terowongan bawah tanah berkiblat ke Korea, maka akan menelan biaya Rp26,5 triliun.    "Akan tetapi di Singapura, per kilo meternya dengan diameter 19 meter hanya membutuhkan dana Rp1 triliun. Artinya kalau pakai yang Singapura kita bisa dapat jauh lebih besar dan lebih murah," jelasnya saat ditemui, Senin (4/3).   Terowongan bawah tanah ini akan dibangun sepanjang 26 km dari Balai Kambang menuju Banjir Kanal Barat dan keluar di Pluit. (Faa)

Artikel Terkait