KALENDER IPEI

December 2017
S M T W T F S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

Member Login

CB Online

None

IPEI HOTLINE

Ikatan Pialang Efek Indonesia
TEROWONGAN RAKSASA: Kementerian PU puji kerja tim khusus PDF Print E-mail
Monday, 04 March 2013 22:50
Compact_banjir_lagi
JAKARTA: Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto sangat mengapresiasi kinerja tim khusus Deep Tunnel bentukan Dirjen Sumber Daya Air dengan Pemprov DKI Jakarta. Tim khusus yang diketuai oleh Direktur Penataagunaan Sumber Daya Air Ari Setiadi tersebut melakukan paparan mengenai terowongan bawah tanah multifungsi tersebut kepada Djoko hari ini, Senin (4/3/2013). "Saya senang hari ini, semua dibahas sangat baik, oleh orang Indonesia juga. Pokoknya saya sangat senang sekali," katanya. Tim khusus tersebut akan mengkaji lebih lanjut proyek Deep Tunnel yang mengalami pembengkakan biaya konstruksi hingga Rp26 triliun, dari sebelumnya Rp16 triliun. Keputusan dari kajian tersebut akan diputuskan 2 hingga 3 bulan ke depan. Terowongan bawah tanah ini akan dibangun sepanjang 26 km dari Balai Kambang menuju Banjir Kanal Barat dan keluar di kawasan Priok.   (ra)  
 
DEEP TUNNEL: Lebih murah, gunakan teknologi Singapura PDF Print E-mail
Monday, 04 March 2013 22:52
Compact_deep_tunnel
JAKARTA: Pemerintah kemungkinan akan menggunakan teknologi Singapura untuk membangun Mutipurpose Deep Tunnel karena lebih murah.   Dirjen Sumber Daya Air Kementeria Pekerjaan Umum Mohammad Hassan mengatakan pembangunan terowongan bawah tanah tersebut akan menggunakan teknologi Tunnel Bor Machine.   Dia menjelaskan teknologi tersebut sangat berkembang. Saat ini, lajutnya, jika pembangunan terowongan bawah tanah berkiblat ke Korea, maka akan menelan biaya Rp26,5 triliun.    "Akan tetapi di Singapura, per kilo meternya dengan diameter 19 meter hanya membutuhkan dana Rp1 triliun. Artinya kalau pakai yang Singapura kita bisa dapat jauh lebih besar dan lebih murah," jelasnya saat ditemui, Senin (4/3).   Terowongan bawah tanah ini akan dibangun sepanjang 26 km dari Balai Kambang menuju Banjir Kanal Barat dan keluar di Pluit. (Faa)
 
ADB perkuat upaya pemberantasan korupsi PDF Print E-mail
Monday, 04 March 2013 23:01
Compact_adb
JAKARTA-Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkuat upaya pemberantasan tindakan penipuan dan korupsi pada 2012 menyusul lonjakan jumlah keluhan hingga mencapai level tahunan tertinggi.   Dalam laporan yang disampaikan pada Senin (4/3), ADB mengungkapkan telah menerima 240 jumlah keluhan, memulai 114 investigasi, dan memberi sanksi kepada 42 perusahaan dan 38 individu sepanjang tahun lalu.   Sebagian besar keluhan tersebut mempermasalahkan penipuan yang dilakukan sejumlah konsultan dan kontraktor peserta tender proyek dari ADB, yang melaporkan kualifikasi, pengalaman, dan kemampuan teknis yang tidak benar.   Menurut Kepala Kantor Anti Korupsi dan Integritas ADB Clare Wee, lonjakan jumlah keluhan tersebut terjadi karena berkurangnya ketersediaan dana pembangunan menyusul kebijakan pengetatan anggaran yang diambil oleh beberapa negara donor ADB.   "Mereka, yang mendapatkan mandat, punya kewajiban memanfaatkan dana pembangunan yang terus berkurang. Saat dana pembangunan disalahgunakan, orang-orang yang benar-benar butuh akan kekurangan pelayanan dasar, hak asasi, dan kesempatan," kata Wee, seperti dikutip dalam keterangan pers yang diterima Bisnis.   Selain itu, ADB dan empat bank pembangunan multilateral lainnya telah memasukkan 57 perusahaan dan 51 orang kedalam daftar hitam yang dilarang untuk mengikuti tender proyek dari mereka.   (Faa)
 
KUPASI usulkan dibuatkan PP asuransi mutual PDF Print E-mail
Monday, 04 March 2013 22:56
Compact_dgs_8564
JAKARTA --- Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi) mengusulkan dibuatnya Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur badan hukum usaha bersama atau asuransi mutual sebagai dasar regulasi berlangsungnya bisnis ini.   Pendiri Kupasi Hasbullah Thabrany mengatakan bentuk badan hukum mutual harus tetap dipertahankan dalam Rancangan Undang-undang Usaha Perasuransian yang sedang dibahas Komisi XI DPR-RI, daripada membuat UU Usaha Bersama yang butuh waktu lama.   Hasbullah mengatakan apabila RUU telah disahkan menjadi UU Usaha Perasuransian maka dalam waktu satu tahun kemudian perlu dibuat PP. Menurutnya, badan hukum mutual belum diatur secara memadai padahal UU No.2/1992 tentang Asuransi mengamanatkan dibuatnya aturan khusus tentang itu.   "Jika bentuk badan usaha lain yang dimaksud dalam UU Asuransi tersebut yakni koperasi dan perseroan terbatas memiliki aturan dalam bentuk tersendiri (UU), seharusnya mutual diperlakukan setara," kata Hasbullah dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Senin (3/4).   Menurutnya, aturan itu dapat menjadi acuan utama dalam menyusun mekanisme pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) di satu-satunya usaha bersama asuransi Indonesia yakni AJB Bumiputera 1912.   "Ketiadaan regulasi ini sejak 20 tahun lalu tidak disiapkan pemerintah yang menyebabkan Badan Perwakilan Anggota (BPA) sebagai lembaga tertinggi di Bumiputera, dapat melakukan pengaturan sendiri yang mungkin saja tidak menjamin pelaksanaan GCG, yang pada akhirnya berimplikasi pada pengelolaan operasional bisnis," katanya. (faa)  
 
PEMPROV KALBAR: Pengusaha Harus Perhatikan Bank Daerah PDF Print E-mail
Monday, 04 March 2013 23:03
Compact_bank_kalbar
JAKARTA--Pemerintah Kalimantan Barat meminta pengusaha dan pihak perusahaan yang banyak beroperasi di wilayah tersebut lebih memerhatikan kemajuan ekonomi dan daerah, utamanya perbankan daerah. Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengatakan pihaknya telah mengundang pengusaha dan perusahaan di Kalbar untuk melakukan transaksi perbankan di Bank Kalbar, yaitu bank milik pemerintah daerah Kalimantan Barat. "Paling tidak, penggajian karyawan mereka dilakukan melalui Bank Kalbar, selain belanja untuk perusahaan yang beroperasi di Kalbar," kata Cornelis, Senin (4/3/2013). Apalagi menurutnya, saat ini jaringan Bank Kalbar sudah cukup luas bahkan hingga ke Jakarta, dengan dibukanya Cabang Mangga Dua yang merupakan salah satu dari 18 cabang yang telah beroperasi saat ini, pada Sabtu (2/3/2013). "Sejak berdiri pada 1964, Bank Kalbar akhirnya membuka cabang di Jakarta. Kami cukup bangga dengan Bank Kalbar, namun manajemen juga harus ekstra hati-hati dalam pengelolaannya karena ini bank milik pemerintah daerah," ujarnya. Dia mengatakan meskipun bank milik pemerintah daerah, manajemen diharapkan profesional dan lebih terbuka menjemput bola dan bisa terus membesarkan aset bank itu dengan masuk ke sektor-sektor lain, selain perkebunan dan pertanian. “Tunjukkan bahwa bank ini adalah bank yang moderen, bukan bank kampungan," tukasnya. Dia berharap pengusaha dan perusahaan lebih optimal lagi memberdayakan Bank Pembangunan Daerah tersebut karena Bank Kalbar sudah ada di pelosok-pelosok daerah, sehingga tak sulit lagi untuk bertransaksi. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Hilman Tisnawan mengatakan perkembangan Bank Kalbar tidak lepas dari pesatnya pertumbuhan ekonomi wilayah itu yang mencapai 6% dalam kurun 5 tahun terakhir. "Geliat Kalbar tak bisa dibantah lagi, bahkan IMF memperkirakan Kalimantan adalah masa depan Indonesia, khususnya di Kawasan Timur Indonesia [KTI]," ujarnya. Dia menuturkan dari sisi inflasi Kalbar, pada 2012 hingga Februari 2013 cukup rendah, yaitu 5,1%. "Kedepan, sebuah pembangunan terstruktur dan terencana dengan baik akan mempercepat pertumbuhan ekonomi Kalbar," ujarnya. Hilman mengungkapkan dari pertumbuhan aset perbankan di Kalbar, pihaknya mencatat perkembangan yang cukup signifikan, di mana akhir 2012 aset perbankan mencapai Rp40 triliun, padahal 2 tahun sebelumnya hanya sekitar Rp25 triliun. Dari sisi kredit, rasio penyaluran kredit dengan DPK yang berhasil dihimpun atau Loan to Deposit Ratio [LDR] telah mencapai 77,7%. Kondisi itu menunjukkkan bahwa kinerja perbankan di Kalbar sudah cukup baik. Khusus Bank Kalbar, lanjutnya, memang masih harus melakukan ekspansi. Pihaknya sudah mengeluarkan izin untuk 27 kantor pelayanan a.l untuk daerah perbatasan seperti di Paloh Kabupaten Sambas, Aruk dan Nanga Bunut. "Daerah-daerah tersebut memerlukan kehadiran secara fisik kantor pelayanan bank dan peluang itu harus diambil Bank Kalbar, karena masyarakat pelosok butuh perbankan," terangnya. Dari sisi pemodalan, hingga 2014 Bank Kalbar hendaknya mampu meningkatkan modal inti sebesar Rp1 triliun. "Untuk itu mari kita kembangkan Bank Kalbar supaya dapat berperan demi kemajuan ekonomi Kalbar," tegasnya. Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Kalbar Sudirman H.M.Y mengungkapkan sampai dengan akhir Desember 2012, aset Bank Kalbar telah mencapai Rp8,47 triliun atau tumbuh 18,81% dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya. “Adapun dana pihak ketiga [DPK] yang telah berhasil dihimpun sebesar Rp6,88 triliun. Tumbuh 11,18% dibandingkan akhir Desember 2011,” ujar Sudirman. Sedangkan kredit yang telah tersalurkan sebesar Rp5,9 triliun atau tumbuh 24,50%. Terkait cabang Bank Kalbar di Wisma Eka Jiwa, Mangga Dua, Jakarta, dia mengatakan cabang itu merupakan salah satu dari 18 cabang serta 259 jaringan kantor dan pelayanan yang ada saat ini. “Cabang Mangga Dua diharapkan bisa menjadi fasilitas penghubung masyarakat Kalbar, pebisnis dan pihak ketiga, di mana potensinya saat ini cukup besar,” katanya. Dia menuturkan kehadiran Bank Kalbar di Jakarta juga bisa menjadi brand awarness Bank Kalbar di kancah internasional. (wde)
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>

Page 3 of 9
OOPS. Your Flash player is missing or outdated.Click here to update your player so you can see this content.

Keranjang IPEI Trade

VirtueMart
KeranjangBelanja Anda masih kosong

KURS RUPIAH UPDATE

Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com

Pengunjung IPEI

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
Free template 'Feel Free' by [ Anch ] Gorsk.net Studio. Please, don't remove this hidden copyleft!